Recent Events

Thu
16
Jun
Tue
05
Jul
Southeast Asian, Chinese, Modern & Contemporary Art | Masterpiece.auction

Southeast Asian, Chinese, Modern & Contemporary Art

This Summer collection, we present our latest timed-auction of South Asian, Chinese, Modern and Contemporary Art from 16 June to 5 July 2022 7.30 pm (UTC+7) Preview available by... show more

Sat
04
Jun
Wed
15
Jun
RARE Luxury Bags Collection | Masterpiece.auction

RARE Luxury Bags Collection

This Spring we present our latest timed-auction of RARE Luxurious Bags Collection from 4 to 15 June 2022 7.30 pm (UTC+7) Preview available by appointment only in Jakarta: show more

Fri
29
Apr
Wed
18
May
Fine Art Online Auction | Masterpiece.auction

Fine Art Online Auction

This summer collection, we present our latest timed-auction of TREASURES : Fine Art Online Auction from 29 April to 18 May 2022 7.30 pm (UTC+7) Bidding Information show more

Art Review Lukisan Affandi Berjudul Self Portrait I 1981

Jun 16, 2022

Affandi merupakan salah satu sosok pelukis besar Indonesia yang namanya sudah mendunia. Karya lukisnya patut diapresiasi karena berbagai kelebihan dan keistimewaan yang digambarkan di setiap karyanya. Dengan menciptakan teknik melukis langsung dari Tube catnya, yang mendapat apresiasi pada ajang Venice Biennale.

Lukisan ini berjudul Self Portrait I yang dibuat pada tahun 1981 di atas kanvas berukuran 113,5 x 97 cm dengan cat minyak. Dalam lukisan ini Affandi sebagai pelukis ingin menunjukan refleksi wajah dirinya sendiri dengan ciri khas gayanya. Lukisan ini terbentuk dari gaya ekspresionis dan teknik plototan cat minyak Affandi, yang digoreskan dengan berbagai warna primer yang kuat yaitu merah, hijau, hitam, kuning dan putih.

Bentuk kepala Affandi digambar dengan plototan cat berwarna merah dan hitam dengan beberapa goresan cat berwarna hijau, yang menggambarkan bahwa Affandi pada saat itu sudah tidak memiliki rambut di bagian tengah kepalanya.

Bentuk rambut panjang, janggut dan kumis digambarkan dengan perpaduan warna hijau, putih dan hitam. Begitu juga dengan bentuk wajah dengan raut yang datar terdapat mata dengan warna hitam, hidung dengan warna kuning, mulut atau bibir dengan warna merah, serta satu gigi berwarna kuning.

Lalu ada objek lain di bagian kanan bawah lukisan yaitu matahari, tangan dan kaki serta tanda tangan dan tahun pembuatan lukisan ini. Ini adalah simbol favorit yang selalu ada disetiap lukisan favorit Affandi.

Dengan gaya ekspresionis dan teknik melukis yang dimilikinya serta objek yang digambarkan, lukisan ini menunjukan bahwa Affandi adalah seorang pelukis yang jujur dan apa adanya. Pada lukisan ini Affandi sangat berani untuk menggambarkan kepala dengan tanpa rambut di bagian tengahnya, karena menunjukan kondisi pada saat itu yang berumur 74 tahun.

Spontanitas goresan dan plototan cat yang khas dari Affandi tertuang dalam lukisan ini, spontanitas terlihat dari pemilihan warna dimana Affandi hanya memilih warna primer. Dengan latar belakang berwarna putih Affandi dengan keahliannya memadukan warna kontras yang kuat sehingga menghasilkan karya yang indah. Serta simbol yang hadir di bawah kanan lukisan menunjukan bahwa ini adalah salah satu lukisan favorit yang dibuat oleh Affandi.

Affandi ingin sekali menunjukan kepada kita bahwa dalam lukisan ini penuh dengan kesederhanaan, sesuai dengan keadaannya pada saat itu tidak dilebihkan dan tidak dikurangkan.

Dalam dunia seni Self Portrait atau Potret Diri merupakan gambar seorang pelukis yang digambar oleh dirinya sendiri. Pesan yang ingin disampaikan adalah ekspresi melihat dirinya sendiri, emosi terhadap dirinya dan refleksi bagaimana ia ingin dilihat oleh orang lain.
Dalam lukisan ini Affandi ingin menunjukan spontanitas dan kejujuran dirinya dalam berkarya.

Lukisan berjudul “Self Portrait I, 1981” karya Affandi ini sangat bagus dan menarik untuk dikoleksi. Bentuk wajah yang hampir sempurna dengan gaya ekspresionisnya dan teknik khas yang dimiliki, Affandi menunjukan bahwa ia adalah pelukis yang berani dan jujur, dengan kesederhanaan yang membawa namanya harum di setiap lukisannya.