Recent Events

Thu
16
Jun
Tue
05
Jul
Southeast Asian, Chinese, Modern & Contemporary Art | Masterpiece.auction

Southeast Asian, Chinese, Modern & Contemporary Art

This Summer collection, we present our latest timed-auction of South Asian, Chinese, Modern and Contemporary Art from 16 June to 5 July 2022 7.30 pm (UTC+7) Preview available by... show more

Sat
04
Jun
Wed
15
Jun
RARE Luxury Bags Collection | Masterpiece.auction

RARE Luxury Bags Collection

This Spring we present our latest timed-auction of RARE Luxurious Bags Collection from 4 to 15 June 2022 7.30 pm (UTC+7) Preview available by appointment only in Jakarta: show more

Fri
29
Apr
Wed
18
May
Fine Art Online Auction | Masterpiece.auction

Fine Art Online Auction

This summer collection, we present our latest timed-auction of TREASURES : Fine Art Online Auction from 29 April to 18 May 2022 7.30 pm (UTC+7) Bidding Information show more

Art Review Lukisan Lee Man Fong Satay Seller, 1967

Jun 16, 2022

Lee Man Fong merupakan seorang pelukis Indonesia yang lahir di Tiongkok dan diakui sebagai salah satu pelukis yang membawa nama seni Indonesia ke mancanegara. Lee Man Fong pernah tinggal di Belanda karena mendapat beasiswa Malino Pada tahun 1946-1952 dan ia adalah satu-satunya orang non-Belanda yang mendapatkan beasiswa tersebut.

Hingga akhirnya Lee Man Fong menjadi warga negara Indonesia dan menjadi pelukis yang ditunjuk oleh Presiden Soekarno untuk membuat buku yang berisi seluruh karya seni yang dimiliki Presiden Soekarno.

Lukisan ini berjudul Satay Seller atau Penjual Sate yang dibuat pada tahun 1967 di atas papan masonite berukuran 122 x 61 cm dengan cat minyak.

Sesuai dengan judulnya objek dari lukisan ini adalah penjual sate yang sedang duduk membakar sate yang dijualnya.

Terlihat seorang bapak penjual sate berkumis yang sedang fokus membakar sate dengan kipas di tangan kanan dan sate di tangan kirinya, detail dengan alat bakar dan arang yang menyala berwarna merah.

Terdapat juga perlengkapan dagangan seperti botol, panci, mangkok dan sate yang terpajang di gerobak gendongnya yang terbuat dari kayu. Semua objek tersebut terlihat jelas dengan latar belakang pohon dan dedaunan yang digambarkan dengan Chinese Art Style yang merupakan ciri khas dari Lee Man Fong.

Pada umumnya Lee Man Fong membuat out line berwarna hitam dengan tarikan spontan dan menerus pada lukisannya, ditambah dengan warna coklat kekuningan pada latar belakang yang menjadi ciri khas Chinese Art Style. Lee Man Fong memadukan ciri khas tersebut dengan pemandangan yang ditemukan sehari-hari di Indonesia yaitu penjual sate. Teknik dan gayanya merupakan gabungan dari Chinese Classical, Eropa dan Indonesia karena kekagumannya pada Rembrandt, sehingga gaya-gayanya dipengaruhi oleh Rembrandt.

Satay Seller, 1967 ini menggambarkan pemandangan kehidupan sehari-hari dan merupakan kegiatan ekonomi masyarakat pada saat itu. Pemilihan objek pedagang sate dengan gerobak gendong yang dilukis oleh Lee Man Fong ini menunjukan bahwa Lee Man Fong adalah seorang pelukis yang sederhana dan gemar menggambarkan sketsa kehidupan lokal Indonesia.

Sejak dari Belanda Lee Man Fong semakin terinspirasi untuk menggambarkan keindahan dari kesederhanaan kehidupan sehari-hari. Dengan objek bertema kegiatan masyarakat lukisan ini sangat menarik untuk dikoleksi. Lukisan dengan objek pedagang sate memiliki unsur nilai kepedulian sosial yang kuat serta kejujuran dalam menggambar objeknya. Bahkan dengan keahlian yang dimiliki Lee Man Fong bisa menggambar pedagang sate menjadi objek yang istimewa.